AIDC CLUB

Selamat Datang ke AIDC CLUB


    Secret Societies

    Share

    AIDC

    Posts : 25
    Join date : 2008-08-12

    Secret Societies

    Post  AIDC on Thu Oct 09, 2008 9:27 pm

    Mengenal Firqah-Firqah Yahudi (1)

    FREEMASONRY
    Freemasonry secara bahasa terdiri dari dua kata, Free dan Mason. Free artinya merdeka dan mason artinya tukang bangunan. Dengan demikian Freemasonry secara etimologis berarti “tukang-tukang bangunan yang merdeka”.

    Secara hakikat, Freemasonry atau Al-Masuniyyah (dalam bahasa Arab) adalah sebuah organisasi Yahudi Internasional bawah tanah yang tidak ada hubungannya dengan tukang-tukang bangunan yang terdapat pada abad pertengahan.

    Freemasonry di atas juga tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembangunan kapal atau katedral besar seperti yang banyak diduga oleh sebagian orang. Tetapi maksud Freemasonry di sini adalah tidak terikat dengan ikatan pihak manapun kecuali sesama freemason.

    Freemasonry berasal dari gerakan rahasia yang dibuat oleh sembilan orang Yahudi di Palestina pada tahun 37 M, yang dimaksudkan sebagai usaha untuk melawan pemeluk Masehi, dengan cara pem­bunuhan terhadap orang per-orang.

    Menurut buku "Kabut-kabut Freemasonry", salah seorang yang disebut sebagai pendirinya adalah Herodes Agrida I (meninggal 44 M). Ia dibantu oleh dua orang Yahudi, Heram Abioud dan Moab Leomi. Freemasonry selanjutnya menempatkan dirinya sebagai musuh terhadap agama Masehi maupun Islam.

    Pada tahun 1717 M gerakan rahasia ini melangsungkan seminar di London di bawah pimpinan Anderson. Ia secara formal menjabat sebagai kepala gereja Protestan, namun pada hakikatnya adalah seorang Yahudi. Dalam seminar inilah gerakan rahasia tersebut memakai nama Freemasonry sebagai nama barunya. Sebagai pendirinya adalah Adam Wishaupt, seorang tokoh Yahudi dari London, yang kemudian mendapatkan dukungan dari Albert Pike, seorang jenderal Amerika (1809-1891).

    Organisasi ini sulit dilacak karena struktur­nya sangat rahasia, teratur, dan rapi. Tujuan gerakan Freemasonry secara umum adalah:
    Menghapus semua agama.
    Menghapus sistem keluarga.
    Mengkucarkacirkan sistem politik dunia.
    Selalu bekerja untuk menghancurkan kesejahteraan manusia dan merusak kehidupan politik, ekonomi, dan sosial negara-negara non-Yahudi atau Goyim (sebutan dari bangsa lain di luar Yahudi).


    Tujuan akhir dari gerakan Freemason adalah mengembalikan bangunan Haikal Sulaiman yang terletak di Masjid Al-Aqsha, di kota Al-Quds (Yerussalem), mengibarkan bendera Israel, serta mendirikan pemerintahan Zionis Internasional, seperti yang diterapkan dalam Protokol para cendekiawan Zionis.

    Buku Protokol ini berisikan langkah-langkah yang telah ditetapkan oleh para hakkom, catatan pembicaraan yang dilakukan di dalam setiap rapat mereka, serta berisikan 24 bagian (ayat) yang mencakup rencana politik, ekonomi, dan keuangan, dengan tujuan menghancurkan setiap bangsa dan pemerintahan non-Yahudi, serta menyiapkan jalan penguasaan bagi orang-orang Yahudi terhadap dunia Internasional.

    Dalam gerakannya, Freemasonry menggunakan tangan-tangan cendekiawan dan hartawan Goyim, tetapi di bawah kontrol orang Yahudi pilihan. Hasil dari gerakan ini di antaranya adalah mencetuskan tiga perang dunia, tiga revolusi (Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, dan Revolusi Industri di Inggris), melahirkan tiga gerakan utama (Zionisme, Komunisme, dan Nazisme)


    FREEMASON GLOBAL

    Freemansory terbagi ke dalam tiga tingkatan:
    (1) Majelis Rendah atau Freemansory Simbolis;
    (2) Fremansory Majelis Menengah; dan
    (3) Fremansory Majelis Tinggi.

    Dalam penerimaan keanggotaan, Freemasonry tidak mempersoal­kan agama calon anggota. Bahkan calon anggota disumpah sesuai dengan agama yang dianutnya. Dalam Freemasonry diadakan model kenaikan pangkat hingg level ke-33 bagi orang-orang Goyim. Orang-orang yang berhasil dijaring kemudian diberikan tugas untuk menyebarkan paham Freemasonry dan bekerja untuk mereali­sasikan tujuannya.

    Orang-orang tertarik kepada Freemasonry karena mereka menganggap bahwa organi­sasi ini bergerak di bidang kemanusiaan. Di balik itu mereka menanamkan doktirn “Pengembangan Agama” atau “Polotisme”, yang mengatakan semua agama itu sama, baik, dan benar. Lebih jauh Freemasonry dengan secara halus membawa anggotanya memahami Atheisme.

    Peranan Freemasonry dalam Meruntuhkan Khilafah Turki Utsmani
    Dalam usaha menguasai Palestina, selain strategi langsung menemui Sultan Abdul Hamid II, penguasa terakhir Daulah Turki Utsmani yang paling terkemuka. Kaum Yahudi-Zionis juga melancarkan strategi tidak langsung melalui gerakan Freemansory. Gerakan ini memiliki hubungan yang sangat kuat dengan organisasi “Ittihat ve Terrakki” (Al-Ittihad wa At-Tarraqqi; Persatuan dan Kemajuan) yang berkembang sangat pesat di Salonika, Yunani.

    Anggota-anggota Komite Persatuan dan Kemajuan, yang dikenal sebagai kelompok Turki Muda (Young Turks), diketahui sangat dekat dengan militer dan banyak anggota-anggotanya yang merupakan orang Yahudi (Jews) dan Cryto Jews Salonika. Untuk menjalankan roda organisasi, mereka mendapatkan dukungan finansial dari orang-orang Dunama, yaitu sekelompok Yahudi yang masuk Islam, namun secara diam-diam tetap mempertahankan keyahudiannya.

    Komite Persatuan dan Kemajuan sesuai dengan program utamanya yang dipublikasi­kan, berusaha kuat menekan Sultan Abdul Hamid II untuk memberlakukan kembali Konstitusi 1879 yang dirancang oleh Midhat Pasha seorang Dunama anggota Freemasonry. Usaha ini berhasil sehingga Sultan Abdul Hamid II memberlakukan kembali perlembagaan 1879 dan membentuk kembali parlemen yang sudah dibubarkan.

    Pemberlakuan kembali perlembagaan 1879 telah menyulut kerusuhan yang terjadi pada tanggal 13 April 1909 yang menunjukkan penolakan masyarakat yang mayoritas Muslim terhadap kekuasaan Komite Persatuan dan Kemajuan sekaligus wujud kebencian terhadap Freemasonry, terutama dari kalangan ulama. Para ulama menilai bahwa perlembagaan 1879 dapat membawa Khilafah Utsmaniyah ke arah sekularisme dan pemberangusan terhadap syariat Islam.

    Untuk “memulihkan ketertiban”, para pejabat militer Macedonia mengirimkan pasukan Harekat Ordusu dari Salonika.

    Akan tetapi pasukan yang dipimpin oleh Dunama-Freemason bernama Ramzy Bey ini malah berbalik menyerang kedudukan Sultan dan menghancurkan barikade-barikade pertahanan para penentang konstitusi. Akibat peristiwa ini kemudian dipecatnya Sultan Abdul Hamid II dari kedudukannya sebagai Sultan-Khalifah oleh parlemen.

    Terhadap peristiwa pemecatan ini, Sultan Abdul Hamid II menuding kelompok Yahudi sebagai pihak yang bertanggung jawab. Hal ini terungkap dalam surat Sultan Abdul Hamid II kepada salah seorang gurunya, Syekh Mahmud Abu Syamad, yang berbunyi:

    “...Saya meninggalkan kekhalifahan bukan karena suatu sebab tertentu, melainkan karena tipu daya dengan berbagai ancaman dari tokoh-tokoh Organisasi Persatuan yang dikenal dengan sebutan Cun Turk (Jeune Turk), sehingga terpaksa saya meninggalkan kekhalifahan itu. Sebelum­nya, organisasi ini telah mendesak saya berulang-ulang agar menyetujui dibentuknya sebuah negeri nasional bagi bangsa Yahudi di Palestin. Saya tetap tidak menyetujui permohonan berulang-ulang yang memalukan ini. Akhirnya mereka menjanji­kan uang sebesar 150 juta poun­sterling emas. Saya tetap dengan tegas meno­lak tawaran itu. Saya menjawab dengan kata-kata,

    ~ Seandainya kalian membayar dengan seluruh isi bumi ini, aku tidak akan menerima tawaran itu. Tiga puluh tahun lebih aku hidup mengabdi kepada kaum Muslimin dan kepada Islam itu sendiri. Aku tidak akan mencoreng lembaran sejarah Islam yang telah dirintis oleh nenek moyangku, para Sultan dan Khalifah Uthmaniah. Sekali lagi aku tidak akan menerima tawaran kalian ~

    Setelah mendengar dan mengetahui sikap dari jawaban saya itu, mereka dengan ke­kuatan rahsia yang dimiliki memaksa saya menanggalkan kekhalifahan, dan mengan­cam akan mengasingkan saya di Salonika. Maka terpaksa saya menerima keputusan itu daripada menyetujui permintaan mereka.

    Saya banyak bersyukur kepada Allah, ka­rena saya menolak untuk mencoreng Daulah Utsmaniyah, dan dunia Islam pada umum­nya dengan noda abadi yang diakibatkan oleh berdirinya negeri Yahudi di tanah Palestina. Biarlah semua berlalu. Saya tidak bosan-bosan mengulang rasa syukur kepada Allah Ta’ala, yang telah menyelamatkan kita dari aib besar itu. Saya rasa cukup di sini apa yang perlu saya sampaikan dan sudilah anda dan segenap ikhwan menerima

    salam hormat saya. Guruku Yang Mulia, mungkin sudah terlalu banyak yang saya sampaikan. Harapan saya, Anda beserta jamaah yang Anda bina bisa memaklumi semua itu.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    22 September 1909

    ttd
    Pelayan Kaum Muslimin,

    Abdul Hamid bin Abdul Majid
    (Carr, 1991:21)

    Penurunan Sultan Abdul Hamid II dari kedudukannya sebagai Sultan-Khalifah menandai berkuasanya Komite Persatuan dan Kemajuan secara langsung dalam pemerintahan Uthmaniah. Untuk melempangkan kekuasaan­nya, maka kemudian Komite Persatuan dan Kemajuan mengambil garis tegas untuk menjalankan ide Turanisme (Nasionalisme Turki) di berbagai bidang.

    Sementara itu, pada tanggal 21 November terjadi perjanjian antara Inggris dan Turki untuk membahas penyelesaian masalah Turki. Dalam kesempatan tersebut Inggris mengaju­kan syarat-syarat agar pasukannya dapat ditarik dari wilayah Turki, yang dikenal dengan “Perjanjian Luzon”, yaitu:

    Turki harus menghapuskan Khilafah Islamiyah serta mengusir khalifahnya dan menyita semua harta kekayaannya.
    Turki harus berjanji untuk menghalangi setiap gerakan yang membela kekhalifahan.
    Turki harus memutuskan hubungannya dengan dunia Islam.
    Turki harus menerapkan hukum sipil sebagai pengganti hukum Daulah Utsmaniyah yang bersumberkan Islam.
    Persyaratan tersebut diterima oleh Musthafa Kamal dan perjanjian ditandatangani pada tanggal 24 Juli 1923. Dan akhirnya, setelah melalui perdebatan alot dan tekanan pada tanggal 3 Maret 1924, Majlis Raya Nasional menghapus jabatan Khalifah, dan khalifah waktu itu, Sultan Abdul Majid II diusir ke luar negeri.

    Penghapusan khilafah ini kemudian diikuti dengan pemberangusan segala unsur Islam dalam masyarakat. Dari mulai penutupan dan pengalihfungsian masjid-masjid, pelarangan penggunaan bahasa Arab, tulisan Arab dan pakaian Muslim, hingga penghapusan Mah­kamah Syariah dan perubahan penanggalan ke kalender Masehi. Dengan demikian berakhirlah Khilafah Turki Utsmani yang telah dipertahankan selama sekitar 640 tahun.

    Prestasi Musthafa Kamal Attaturk, agen Freemasonry dalam menghapuskan Khilfah Turki Utmani tersebut sangat dibanggakan oleh Freemasonry, hingga disebutkan dalam Ensiklopedi Freemasonry:

    “Revolusi Turki (yang dimulai) pada tahun 1918 yang diprakarsai oleh saudara yang mulia Mustafa Kamal Attaturk sangat me­ngun­tungkan rakyat, melenyapkan ke­kuasaan Sultan, memberantas Khilafah, menghi­langkan Mahkamah

    Syariat, menyingkirkan perananan agama Islam, dan menghapuskan kementerian Wakaf (Agama). Bukankah semua ini meru­pakan pembaruan yang dike­hen­daki Freemasonry dalam setiap bangsa yang sedang bangkit? Siapakah di antara tokoh Freemasonry yang dapat menandingi Attaturk, baik dulu maupun sekarang?” (Al-Kailani, 1992: 190).

    Wallahu a’lam.


    Sumber: Ar-risalah
    1. Dr. Nashir Al-‘Aql, Muqaddimat fil Iftiraq wal Bida’.
    2. WAMY, Al-Mausu’ah Al-Muyassarah fi Adyan wal Madzahib Al-Mu’ashirah.
    3. Dr. Majid Al-Kailani, Bahaya Zionisme terhadap Dunia Islam.
    4. Adelmazeder, Parasit Aqidah.
    5. William G. Carr, Yahudi Menggenggam Dunia, Pustaka Al-Kautsar.
    6. Irfan S. Awwas dan Drs. Muh. Thalib (Ed.), Doktrin Zionisme dan Ideologi, Wihdah Press.
    7. www.alislam.or.id, www.geocities.com/sabiluna, dll.

    Link Freemason
    http://freemasonrywatch.org
    http://en.wikipedia.org/wiki/Freemasonry
    http://www.bilderberg.org/masons.htm
    http://www.gaiaguys.net/symbols.htm

    sumber - http://swaramuslim.net/galery/conspiracy/index.php?page=Firqah_yahudi1

    AIDC

    Posts : 25
    Join date : 2008-08-12

    Rotary Club

    Post  AIDC on Thu Oct 09, 2008 9:29 pm

    Rotary Club

    Rotary adalah sebuah organisasi mantel Free Masonry yang sepenuhnya dikendalikan Yahudi internasional. Organisasi ini lebih populer dengan sebutan Rotary Club, dari kata-kata in rotation, sebuah ungkapan yang dibarengi dengan pertemuan-pertemuan utama bagi para anggota club yang dilaksanakan di kantor-kantor mereka secara bergilir.

    Sejarah Berdiri dan Tokoh-tokohnya
    Paul Harris, seorang tokoh advokat, pertama kali mendirikan Rotary Club di Chicago pada tahun 1905. Tiga tahun kemudian, Shirley Barry bergabung ke dalam club ini dan memperluas gerakannya dengan cepat. Ia kemudian menjadi sekretaris club dan kemudian mengundurkan diri dari club ini pada tahun 1942. Paul Haris meninggal tahun 1947 setelah gerakannya berkembang ke 80 negara dan mempunyai 6800 club serta 327.000 anggota.

    Pusat gerakan ini kemudian pindah ke Dublin, Irlandia pada tahun 1911 atas jasa seorang aktivis yang bernama Mr. Moore. Ia pernah mempersoalkan komisi dari setiap anggota baru organisasi ini yang tersebar di Inggris.

    Pada tahun 1921 Rotary Club berdiri di Madrid, tetapi kemudian dibekukan dan dilarang melakukan aktivitas di seluruh Spanyol.

    Pada tahun 1921 Rotary Club berdiri di Palestina. Ketika itu negara masih menjadi impian zionis. Ia merupakan salah satu cabang Rotary yang paling lama berdiri di kawasan negara-negara Arab. Tahun 30-an berdiri cabang-cabang Rotary di Aljazair dan Maroko di bawah perlindungan penjajahan Prancis. Di Tripoli Barat terdapat cabang Rotary. Anggota Dewan administrasinya antara lain John Robinson dan Von Krieg.

    Jacob Barzef adalah ketua Rotary Club Israel pada tahun 1974. Pada tanggal 14 Maret 1973 ia bertolak menuju ke kota Taormina di Sisilia untuk menghadiri sebuah konferensi yang diselenggarakan Rotary Club Italia. Dalam konferensi itu, ia menyatakan akan terjadinya sebuah konferensi Arab-Israel. Sebab, di dalam konferensi itu telah hadir delegasi berbagai negara Arab dan delegasi Israel.

    Pembicara pertama dalam konferensi itu ialah Mukhtar Aziz, utusan Rotary Club Tunisia. Kemudian, disusul dengan utusan Israel, Jacob Barzef, seorang Yahudi militan.

    Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya
    Agama tidak dijadikan standar dalam pemilihan anggota atau dalam hubungan sesama anggota; juga tidak dipermasalahkan tentang kewarganegaraan seseorang.

    Rotary Club mencekoki anggotanya agar mengikuti agama yang diakui atas dasar persamaan sesuai urutan abjad, seperti Budha, Islam, Yahudi, Masehi, dan seterusnya. Dalam urutan terakhir tersebut, Taoisme, sebuah keyakinan orang-orang Tiong Hoa yang muncul pada abad ke-6 SM, meyakini bahwa kebahagiaan dapat terpenuhi dengan tercapainya kebutuhan insting manusia dan kemudahan hubungan sosial dan politik sesama manusia.

    Menurut mereka, amal kebaikan harus dilaksanakan karena menunggu balasan materi atau nonmateri. Ini jelas bertentangan dengan konsep agama yang mengaitkan pekerjaan suka rela dengan pahala berlipat ganda di sisi Allah.

    Mereka mengadakan pertemuan mingguan. Setiap anggota harus hadir 60% dalam setahun. Keanggotaan tidak terbuka untuk semua orang. Orang yang berminat menjadi anggota harus menunggu undangan club untuk bergabung dengannya sesuai dengan prinsip selektivitas. Klasifikasi keanggotaan didasarkan pada pekerjaan pokok yang mencakup 77 macam jenis pekerjaan. Para pekerja (buruh) tidak dibenarkan menjadi anggota. Club hanya memilih orang yang memiliki status sosial tinggi. Tingkat usia anggota sangat diperhatikan. Mereka bekerja menghidupkan organisasi dengan cara merekrut kaum laki-laki berusia produktif.

    Dalam setiap club, harus ada seorang wakil dari setiap profesi. Aturan ini sering dijadikan kesempatan untuk mengangkat anggota yang disukai dan menyingkirkan yang tidak disukai. Dalam Dewan Administrasi Club, harus ada satu atau dua orang ketua club lama sebagai pewaris langsung rahasia Rotary sejak Paul Harris.

    Charles Marden yang pernah menjadi anggota Rotary selama tiga tahun, telah melakukan studi terhadap organisasi ini. Kemudian, ia mengemukakan beberapa data berikut. Setiap 421 orang anggota Rotary Club, 159 orang di antaranya mempunyai keterikatan kuat dengan Freemasonry. Loyalitas mereka terhadap Freemasonry melebihi clubnya. Dalam beberapa hal keanggotaan Rotary hanya terbatas untuk orang-orang Freemasonry, seperti di Edinburgh Inggris pada tahun 1921.

    Dalam sebuah perkumpulan yang disebut Nan's di Perancis disebutkan, "Jika orang-orang Freemasonry membentuk organisasi yang bekerja sama dengan golongan lain, urusan organisasi tidak boleh berada di tangan orang lain. Personil organisasinya harus dipegang orang-orang Freemasonry dan harus berjalan sesuai dengan prinsip Freemasonry."

    Ketika Freemasonry mengalami penyusutan, justru Rotary mendapat dukungan sangat besar dan aktivitasnya semakin kuat. Hal ini karena orang-orang Freemasonry mengalihkan segala aktifitasnya kepada club Rotary sampai tekanan-tekanan terhadap mereka hilang dan kondisinya kembali seperti semula.

    Rotary didirikan 1905, yaitu tahun-tahun menjelang aktifnya Freemasonry di Amerika. Di antara programnya ialah diselenggarakan kunjungan antar club. Di beberapa kota dibentuk Dewan Pimpinan Club sebagai koordinator antarclub. Untuk menjadi anggota atau simpatisan Rotary maupun Freemasonry, seseorang harus menunggu panggilan dari pengurus club.

    Ada beberapa club yang ide dan caranya sangat mirip Rotary, yaitu Lions, Kiwany, Exchange, The Round Table, Pulpen, dan B'Nai B'Rith. Bentuk dan aktivitas club-club ini hampir sama dengan Rotary, begitu juga tujuannya. Kendati dalam beberapa hal terdapat perbedaan, tetapi hal itu hanyalah untuk memperbanyak cara penyebaran ide dan penyedotan pendukung.

    Akar Pemikiran dan Sifat Idiologinya
    Dalam soal agama dan tanah air serta keteguhannya memegang prinsip selektivitas, Rotary Club mempunyai persamaan besar dengan Freemasonry. Keduanya memiliki pemahaman yang sama tentang nilai dan semangat yang membentuk jiwa seseorang, seperti ide egaliti, fraterniti, semangat humanisme, dan kerjasama internasional. Ini adalah semangat yang sangat berbahaya yang diarahkan untuk mengikis karakteristik bangsa-bangsa dan menguburkan segala bentuk loyalitas, sehingga pribadi-pribadi akan kehilangan identitas dan harga diri serta hidup dalam kebimbangan. Akibatnya, tak ada lagi kekuatan yang dominan, kecuali orang-orang Yahudi yang terus-menerus berambisi mendominasi dunia.

    Rotary dan club-club yang sejenis dengannya bekerja aktif sesuai rencana Yahudi di bawah naungan dominasi Freemasonry serta orang-orang yang berperan aktif dalam Yahudi internasional, baik secara teoretis maupun secara praktis. Organisasi ini sepenuhnya untuk kepentingan Yahudi.

    Dalam kepemimpinan, antara Rotary dan Freemasonry tidak sama. Ketua dan pimpinan Freemasonry tetap misterius. Sebaliknya, mungkin saja Rotary dapat ditelusuri asal-usulnya, baik pendiri maupun para terasnya. Untuk mendirikan cabang Rotary (di mana saja) tidak boleh sembarangan, kecuali dengan pengukuhan dari pucuk pimpinan internasional dan di bawah pengawasan kantor lama.

    Dalam rangka kemudahan hubungan dengan berbagai sekte dan golongan, Rotary berpura-pura membatasi aktivitasnya dalam masalah-masalah sosial dan kultural demi kemanusiaan. Cara pencapaian sasarannya melalui pertemuan-pertemuan berkala, seminar, ceramah yang mengarah pada upaya mendekatkan antaragama dan menghapus segala perbedaan keagamaan. Ini mirip dengan ceramahnya para pendudung teologi inklusive, seperti yang digemar-gemborkan kelompok jaringan Islam Liberal.

    Motivasi Rotary yang sebenarnya ialah membaurkan orang-orang Yahudi dengan bangsa lain dengan mengatasnamakan kasih dan persaudaraan. Melalui jalan ini mereka mampu mengumpulkan berbagai maklumat yang dapat membantu mereka dalam membantu tujuan mereka yang bersifat ekonomis dan politis, juga membantu mereka dalam menyebarkan tradisi tertentu yang akan memastikan timbulnya kemerosotan (degenerate) sosial. Ini dapat kita lihat melalui persyaratan keanggotaan yang hanya diberikan kepada orang-orang penting dan menonjol di masyarakat.

    Tempat Tersiar dan Kawasan Pengaruhnya
    Pertama kali Rotary tumbuh di Amerika pada tahun 1905, kemudian pindah ke menyebar ke beberapa negara Eropa lainnya. Dari benua itu, club ini kemudian menyebar dan memiliki cabangnya di hampir seluruh dunia.

    Ia mempunyai cabang di Israel dan negara-negara Arab: Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Libiya, Maroko, dan Libanon. Beirut adalah pusat perkumpulan tersebut di Timur Tengah.

    Referensi:
    Lembaga Kajian dan Penelitian WAMY, Gerakan Keagamaan dan Pemikiran; Akar Idiologis dan Penyebarannya.
    Dr. Nashir Al-Qifari & Dr. Nashir Al-‘Aql, Al-Mausu’ah fil Adyan wal Madzahib Al-Mu’ashirah.


    LINK ROTARY INDONESIA
    http://www.rotaryd3400.org/
    http://www.rotary.or.id/
    http://www.flickr.com/photos/82354196@N00/
    http://rotarybali.org/
    www.rotaryubud.org
    www.rcjakartagambir.org
    www.rotary.org
    http://www.rotary-club-jakarta-menteng.org/
    http://www.rotary-club-prapatan.org/rotary.htm

    AIDC

    Posts : 25
    Join date : 2008-08-12

    International Association of LIONS CLUB

    Post  AIDC on Thu Oct 09, 2008 9:31 pm

    International Association of Lions Club atau yang biasa disebut dengan Lions Club saja adalah sebuah perkumpulan yang terdiri dari klub-klub yang di atas permukaan memiliki sifat kepedulian sosial
    Pada hakikatnya perkumpulan ini termasuk salah satu organisasi Internasional yang berafiliasi kepada gerakan Freemasonry. Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, Freemasonry ini dikendalikan oleh beberapa orang Yahudi dan bekerja untuk kepentingan Yahudi pula.

    Upaya yang dilakukannya adalah berusaha “merusak” dunia untuk kemudian membangunnya kembali dan mendominasinya agar mengabdi kepada kepentingan Yahudi.

    Cabang Lion Club di daerah daerah

    Sejarah Berdiri dan Tokoh-tokohnya
    Pada musim panas tahun 1915, Milvan Jones, pendiri klub ini mengemukakan ide untuk mendirikan klub-klub, dimana di dalamnya akan tergabung para pegawai dari seluruh penjuru Amerika Serikat (AS), hingga akhirnya berdirilah klub pertama di kota San Antonio, Texas.

    International Association of Lions Club sendiri baru muncul ke permukaan pada bulan Mei 1917 di Chicago. Ketika itu diselenggarakanlah pertemuan pertamanya. Perlu pula diketahui bahwa Chicago merupakan salah satu kota di mana beberapa Rotary Club telah lahir.

    Para ahli berkeyakinan bahwa klub ini berinduk kepada B’Nai B’Rits, yaitu salah satu firqah Yahudi yang Insya Allah akan dibahas di rubrik ‘Adawah pada waktu yang akan datang. Namun secara umum, dalam banyak hal Liions Club menginduk langsung kepada Freemasonry.

    Nama klub ini, yaitu “LIONS” atau singa merupakan simbol dari kekuatan dan keberanian. Dan Lions Club sengaja didirikan untuk menggantikan klub-klub sebelumnya, yaitu ketika klub-klub tersebut terbongkar kedoknya atau tertindas. Mengapa demikian? Lions Club dirasa dapat lebih eksis mengingat sifat yang tampak di hadapan publik adalah sebagai organisasi sosial yang reformis dan toleran.

    Aktivitas, Keanggotaan, dan Organisasi

    Aktivitas Lions Club secara garis besar adalah sebagai berikut:

    Menyerukan slogan “Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan” (Liberte, Egalite, & Fraternite);

    Menyebarkan arti kebaikan dan kerjasama antarbangsa;

    Membangun semangat kerukunan di antara pribadi-pribadi dengan cara melonggarakan dan menjauhkan ikatan-ikatan akidah (keyakinan).

    Memperhatikan aspek keadilan sosial;

    Aktif menyebarkan ilmu pengetahuan dengan berbagai sarana yang memungkinkan;

    Menolong orang-orang yang cacat;

    Meringankan beban kejenuhan hidup sehari-hari;

    Memberikan pelayanan kepada lingkungan sekitar;

    Menyelenggarakan perlombaan-perlombaan yang bersifat hiburan;

    Mendukung proyek-proyek rehabilitasi sosial;

    Mendukung proyek-proyek Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB); dan sebagainya.
    Dalam masalah keanggotaan, syarat-syarat untuk menjadi anggota di dalam Lions Club [ada prinsipnya tidak banyak berbeda dengan syarat-syarat keanggotaan dalam klub-klub Freemasonry maupun Rotary. Tetapi ada pula perbedaannya, dimana keanggotaan Lions Club ini bolah diwakili oleh lebih dari dua orang. Anggota dalam satu profesi. Siapapun tidak boleh mengajukan permohonan untuk menjadi simpatisan klub tersebut, akan tetapi merekalah yang mencalonkan dan mengajukannya apabila mereka melihat suatu potensi yang terdapat pada diri calon anggota untuk kepentingan mereka.

    Disyaratkan agar anggota itu terdiri dari para tokoh pekerja yang sukses, dan tempat kerjanya harus berada di daerah di mana terdapat Lions Club. Diwajibkan pula kepada setiap anggota untuk mencapai persentase kehadiran dalam pertemuan-pertemuan pekanan minimal 60% dalam setahun. Di samping itu dilarang memasukkan orang-orang yang dianggap “fundamentalis” dan yang fanatisme nasionalnya berlebihan.

    Ditariknya para pemuda dan pemudi untuk bergabung serta berusaha untuk memelihara tingkatan usia yang relatif muda adalah untuk menjaga dinamika klub secara kontinyu, terutama karena masih mudahnya mereka untuk dipengaruhi seiring idealitas yang ada.

    Lions Club juga menyedot nyonya-nyonya dan istri para pejabat tinggi, sebagaimana dipercayakan tugas kepada mereka untuk melakukan kontak dengan para tokoh. Untuk mereka (para nyonya) diciptakan pula wadah tersendiri, yang disebut Lioness Club.

    Adapun struktur organisasinya adalah sebagai berikut:

    1 ketua

    1 / lebih wakil

    1 sekretaris dan 1 bendahara

    12 manajer, dimana 1 atau 2 orang dari mereka harus dari ketua-ketua klub yang lama, dengan tujuan untuk memudahkan kontrol Dewan Manajer (Eksekutif) agar klub yang ada tidak menyimpang dari garis-garis besar haluan yang dikehndaki oleh klub mereka.

    Biro-biro yang dibuka oleh Dewan Eksekutif, yang dimaksudkan agar bisa mencakup berbagai jenis organisasi.
    Bahaya Lions Club
    Segala aktivitasnya yang relatif bisa dikatakan baik mungkin hanya sekedar pancingan di balik misi yang sebenarnya. Mereka memiliki ciri-ciri tersembunyi dengan rencana dan sitem kerja yang berdasarkan prinsip kerja bawah tanah (clandestein), agar dapat mengumpulkan data dan potensi secara akurat.

    Diketahuinya rahasia-rahasia profesi seseorang dari pertemuan-pertemuan mereka, adalah sesuatu yang memberi mereka kemampuan untuk mengontrol pasar-pasar lokal, dan membantu mereka untuk campur tangan dalam masalah ekonomi di sebuah negara tertentu.

    Lions Club melakukan pengumpulan data-data yang berhubungan dengan masalah-masalah politik dan keagamaan di sebuah negara dimana klub berada. Data-data ini kemudain dikirimkanke Pusat Organisasi Internasional yang mengkaji dan membuat perencanaan yang tepat untuk kepentingan mereka di negara tersebut. Oleh pusat komando diplotlah tempat kerja masing-masing dari agen mereka. Dari sana nanti masing-masing bagian harus diisi dengan aktivitas-aktivitas oleh biro masing-masing sesuai dengan deskripsi pekerjaannya.

    Banyak ketidakjelasan menyelimuti sumber rahasia dan sarana mereka. Dewan Eksekutif Lions daerah melakukan proses-proses pengamanan secara ketat di wilayahnya. Mereka sering mengumandangkan jargon “Agama untuk Tuhan, Tanah air untuk semua”.

    Islam, menurut mereka, secara lahir sama saja dengan agama lain, baik itu agama samawi maupun agama ciptaan manusia. Adapun maksu mereka sebenarnya adalah melakukan tipu daya, meskipun yang mereka lakukan terhadap Islam konon lebih spesifik daripada tipu daya terhadap agama lain.

    Dalam ceramah dan pidato-pidato para tokohnya, mereka menitikberatkan pada penonjolan kedudukan Israel dan rakyatnya secara teratur. Di samping itu mereka mendoktrinkan juga pikiran-pikiran Zionisme ke dalam otak para anggotanya. Mereka telah menyelenggarakan pula sebuah penataran di Lions Club Mesir ketika baru dibuka di Kairo untuk membahas tentang perjanjian damai antara Mesir dan Israel.

    Dalam perhelatan mereka, diselenggarakan pesta-pesta gila, campur aduk antara pria dan wanita, dansa-dansi, di bawah slogan “Pesta-pesta Kebaikan”.

    Lembaga Fikih Islam Internasional sendiri, dalam pertemuan pertamanya di kota suci Makkah pada tanggal 10 Ramadhan 1398 H, mengeluarkan sebuah keputusan yang menjelaskan bahwa prinsip-prinsip gerakan Freemasonry, Rotary Club, dan Lions Club secara garis besar adalah sangat bertentangan dengan prinsip dan pokok-pokok ajaran Islam.

    Rotary Club sebenarnya berada di dalam lingkaran Fremasonry yang menjadi induknya. Oleh karena itu akarnya satu, yaitu zionisme. Lions Club secara lahiriah menyerukan ide “Ikatan Kemanusiaan” dan menghilangkan diskriminasi antarumat manusia. Namun hakikatn yang sebenarnya adalah organisasi ini merupakan mantel selubung zionisme.

    Tempat Tersiar dan Kawasan Pengaruhnya
    Organisasi ini mempunyai klub-klub di Amerika, Eropa, Asia, dan banyak negara lainnya. Pada awal tahun 1970 Lions Club mengaku bahwa jumlah anggotanya lebih dari 934.000 orang yang tersebar di 146 negara. Pusat Lions Club sekarang adalah di Oak Park, Illinois, AS, di dekat kota Chicago.

    Di dunia Islam, Lions Club dan Rotary Club terlihat cukup aktif di Mesir setelah ditandatanganinya perjanjian damai dengan Israel. Organisasi ini menjadikan hotel-hotel besar sebagai markasnya, seperti hotel Assalam di New Egypt, Hilton, Syebrid, dan Sheraton.

    Organisasi ini juga sanggup mengeluarkan dana yang besar, seperti untuk hadiah-hadiah yang diberikan pada pesta-pesta peningkatan persahabatan dan pesta-pesta yang bisa mendatangkan proyek-proyek strategis. Hal yang demikian telah menimbulkan tanda tanya besar tenang bagaimana sumber-sumber keuangan bisa mereka dapatkan. Wallahu a’lam. (Ar risalah)


    Sumber:
    Lembaga Kajian dan Penelitian WAMY,
    Ensiklopedi Mini tentang Gerakan Keagamaan dan Pemikiran,
    3. Al-I’tishom & Al-Ishlahy, Jakarta, 2002

    Link Lion Club Indonesia
    http://www.expat.or.id/orgs/lionsclubjakartamenteng.html
    http://www.lionsclubsd307b.org

    AIDC

    Posts : 25
    Join date : 2008-08-12

    Gerakan Terorisme Zionis (I)

    Post  AIDC on Thu Oct 09, 2008 9:34 pm

    Istilah Zionisme, berasal dari kata Zion dalam bahasa Ibrani (Yahudi), yang berarti batu. Maksudnya, ialah batu bangunan istana yang didirikan oleh Nabi Sulaiman di kota Al-Quds, Yerusalem, Israel. Kata Zionis ini kemudian dipergunakan sebagai nama suatu ideologi yang diikuti oleh bangsa Yahudi di seluruh dunia, yaitu bahwa bangsa Yahudi akan mendirikan kerajaan Israel Raya dengan Al-Quds sebagai ibu kotanya.

    Kitab Talmud atau Taurat orang Yahudi (bukan Taurat Nabi Musa), yang dijadikan pegangan bagi kekuatan setan untuk menguasai dunia, sehingga bumi ini penuh dengan kejahatan, kedhaliman dan penindasan.

    Ketika Nabi Musa diutus menyampaikan Risalah Tuhan, Nabi Musa telah mengetahui ketimpangan di dalam sistem masyarakat pada waktu itu, dan menjuluki mereka sebagai anak-anak setan (Lucifer). Bahkan Nabi Musa mengungkapkan di muka umum, bahwa mereka itulah orang-orang yang menamakan dirinya Yahudi, dan sekaligus merusak syariat Nabi Musa. Mereka oleh Nabi Musa juga dicap sebagai pendusta yang tidak menganut agama apa pun, disamping juga 'dikukuhkan' sebagai rentenir Yahudi.

    Dengan demikian, Nabi Musa sebagai utusan Allah telah membeberkan hakikat keburukan setan bertubuh manusia. Adalah bagian dari misinya untuk menyelamatkan manusia dari kejahatan setan yang dari masa ke masa terus menyesatkan manusia. Tindakan Musa ini mengilhami generasi bangsa-bangsa berikutnya untuk mengetahui persekongkolan setan itu, agar selanjutnya bisa menghindar. Semoga salam sejahtera dilimpahkan Allah kepada Nabi Musa, semoga pula kita bisa mengambil i'tibar dari beliau dalam memerangi kejahatan setan.

    Konspirasi dalam Perjalanan Sejarah
    Karena kehendak Allah semata persekongkolan moderen (Konspirasi moderen) terpukul dan terungkap oleh halayak umum pada tahun 1784. Akibat pukulan itu, bukti dan dokumen rahasia banyak yang jatuh ke tangan pemerintah Bavaria. Peristiwa ini terjadi setelah Adam Weiz Howight, salah seorang pendeta Kristen terkemuka dan profesor Theologi pada universitas Angold Stadt di Jerman Murtad dari agamanya. Ia kemudian mengikuti faham Atheisme.

    Pada tahun 1770 tokoh-tokoh Yahudi Jerman kemudian menemukan Adam Weiz Howight sebagai seorang cendekiawan yang paling tepat untuk dimanfaatkan, demi kepentingan Yahudi. Mereka segera menghubungi Howight untuk selanjutnya memberi tugas penting, agar Howight bersedia meninjau Kitab Protokol tokoh-tokoh Zion klasik, kemudian menyusunnya kembali berdasarkan prinsip moderen sebagai langkah untuk menguasai dunia, yaitu dengan meletakkan faham Atheisme dan menghancurkan seluruh ummat manusia. Lebih jelasnya, untuk menghancurkan bangsa lain selain Yahudi (Gentiles) (marked :Gentile =non yahudi = kafir = islam dan kristen termasuk di dalamnya), yaitu dengan menyalakan api peperangan dan pembunuhan masal, Genocide, (marked : tentunya bisa juga dengan meminjam tangan negara lain, dan korbannya Bosnia, Palestina, Afghanistan dll), pemberontakan dan membentuk organisasi teroris berdarah dingin, disamping menghancurkan pemerintah yang berlandaskan prinsip kemanusiaan.

    Tahun 1776 Howight telah menyelesaikan tugasnya dengan cemerlang, dengan meletakkan dasar-dasar sebagai landasan program berdarah sebagai berikut :
    1.Menghancurkan pemerintah yang sah, dan mendongkel ajaran agama dari pemeluknya. (marked : sekali lagi, sasarannya adalah Gentile, Islam dan Kristen pasti jadi tender pertama).

    Memecah-belah bangsa non-Yahudi (Gentiles) menjadi berbagai blok militer yang saling bermusuhan terus-menerus, dengan menciptakan berbagai masalah antara blok-blok itu, mulai dari masalah ekonomi, sosial, politik, budaya, ras dan seterusnya. (marked : memecah-belah kristen ? why not, kita bisa lihat di milis ini ada orang yang kelakuannya begitu. Ehm, telinga doi pasti sedang kepanasan)

    Mempersenjatai blok-blok agar saling menghancurkan.

    Menanamkan benih perpecahan dalam suatu negeri, kemudian memecah-belah lagi menjadi berbagai kelompok, yang saling membenci. Dengan begitu, sendi-sendi agama dan moralitas serta materi yang mereka miliki akan terkuras habis. (marked : Bosnia-Serbia, Afganistan Utara-Thaliban, Irlandia ? Masuk akal. Dan baru-baru ini di satu milis ada yang mauin indonesia supaya bubar, mulai nggak waras ini orang)

    Mewujudkan seluruh cita-cita yang telah disusun secara bertahap, yaitu menghancurkan pemerintah yang sah serta norma-norma susila, termasuk ajaran agama dan moralitas yang menjadi pegangan masyarakat. Ini merupakan langkah pertama untuk menabur benih pergolakan, kebejatan dan kekejaman. (marked : Afghanistan ? Ini tentu contoh yang paling dekat.)

    Peranan Howight bukan hanya meletakkan prinsip dasar dalam Konspirasi Internasional itu, melainkan juga menyusun kembali organisasi Freemasonry. Ia diberi kepercayaan untuk mengepalai organisasi rahasia tersebut, dan melaksanakan rencana yang telah disusun dengan nama samaran Perkumpulan Cendekiawan Zion, yang oleh para tokoh Yahudi juga disebut sebagai Perkumpulan Nurani (marked : Illuminati) Yahudi. Sebutan ini lebih tepat jika dinis-batkan kepada asal kata 'An-Naar' yang berarti 'api', daripada kepada kata 'An-Nur' yang berarti cahaya. Sebab, cendekiawan yang dimaksud adalah anak-anak setan yang bertubuh manusia.

    Sedang setan itu menurut Al Qur'an diciptakan dari api. Dan lagi Howight dalam gerakan yang dipimpin-nya menggunakan tipu daya licik, agar hakikat busuk dari rencana kegiatannya tetap merupakan rahasia. (marked : di film Tomb Rider, illuminati certitanya bertujuan untuk menghancurkan dunia, cocok sekali)

    Organisasi bertujuan menciptakan satu peme-rintahan dunia, yang tersendiri dari tokoh-tokoh yang memiliki tingkat intelegensia tinggi.

    Dengan perkumpulan inilah Howight mampu merekrut sejumlah lebih dari 2000 tokoh kaliber dunia, dengan latar belakang yang berbeda untuk menjadi anggota kelompok nurani, mulai dari ilmuwan, psikolog, ahli ekonomi, politisi, pengusaha dan guru-guru besar berbagai universitas terkemuka (marked : termasuk juga mungkin para psikopat). Tidak lama kemudian, Howight berhasil mendirikan Free Masonry Induk yang disebut The Grand Eastern Lodge, yang dijadikan sebagai pusat dan panutan bagi lain-lain perkumpulan Free Masonry yang tersebar di kota-kota besar dunia. (marked : di indon juga ada, beberapa tahun yang lalu mereka nempelin iklan perekrutan, bagaimana dengan jakarta, padang, surabaya??? ada yang pikirannya sedikit ngaco nggak di sekitar kita?)

    nb: Freemasonry berasal dari kata free dan masonry (batu/tukang batu), maksudnya membangun negeri Yahudi di atas negara Palestina. Gerakan ini dibuat oleh 9 orang Yahudi di Palestina tahun 37 M, yang dimaksudkan untuk melawan agama Masehi (Kristen). Pada tahapan berikutnya, Freemason menemparkan dirinya sebagai musuh thd agama Kristen dan Islam. Pada tahun 1717 M gerakan ini melangsungkan seminar di London di bawah pimpinan Anderson. Ia secara formal menjabat sbg kepala gereja Protestan, tetapi pada hakekatnya adalah seorang Yahudi. Dalam seminar inilah gerakan rahasia ini meresmikan pemakaian nama Freemason (sumber buku karangan Sidik Jatmika)

    AIDC

    Posts : 25
    Join date : 2008-08-12

    Gerakan Terorisme Zionis (II)

    Post  AIDC on Thu Oct 09, 2008 9:35 pm

    Taktik Konspirasi
    Weiz Howight belum merasa puas dengan prestasi yang telah diraih. Ia melangkah lebih jauh dan membuka hubungan dengan berbagai kalangan tinggi kaum Yahudi untuk meletakkan rencana yang lebih matang, dan sekaligus pelaksanaannya. Disini kita bisa mengukur, sejauh mana rencana gila yang diletakkan oleh anak-anak setan sebagai perangkap terhadap kaum Gentiles (kafir, non Yahudi). Ini kita ketahui dari dokumen rahasia yang bocor, sehingga rencana rahasia yang telah mereka susun rapi bisa terungkap. Adapun rencana umum dalam Konspirasi yang harus dipegang oleh para tokoh Free Masonry sepanjang sejarah adalah :

    Menggunakan taktik suap dengan uang, di samping memakai sarana kebebasan seks, dalam upaya menggaet tokoh yang punya kedudukan tinggi dalam bidang akademik, ekonomi, sosial dan lain-lain, yang bisa dijadikan sarana Konspirasi. Apabila umpan yang diincar berhasil dijaring masuk perangkap, maka dengan diam-diam para tokoh Freemason mulai melilitkan tali-tali perangkap pembiusan lewat arena politik, ekonomi, sosial, atau menjadikan mangsanya sebagai skandal yang menggemparkan. Tidak jarang para penderita itu mengalami nasib penculikan, penyanderaan, atau bahkan pembunuhan, termasuk pula istri dan anak-anak mereka.

    Para tokoh Freemason yang bekerja sebagai pendidik di berbagai lembaga pendidikan ditugaskan untuk memperhatikan anak-anak didik yang berbakat, dan membinanya sebagai sosok manusia yang berpandangan anti nilai-nilai moral dan imnual, sehingga kelak mudah diman-faatkan oleh gerakan Free Masonry. (marked : hati-hati bagi orang yang merasa diri pintar dan berbakat mungkin sedang diinduk semangi oleh gerakan Freemason)

    Menyiapkan program kerja yang menyangkut kader-kader Freemasonry, untuk memperluas jaringan kerja dengan memusatkan kegiatan pada bidang mass media, melalui surat kabar, majalah, radio dan TV (marked : termasuk milis? Pasti). Jaringan kerja ini harus ditempatkan di bawah pengawasan Perkumpulan Yahudi Internasional.

    Menguasai alat komunikasi dan mass media untuk dimanfaatkan sebagai senjata dalam membuat berita yang membingungkan, atau memalsukan kenyataan, atau memutar-balik fakta. Maka, kekacauan dunia bisa disetir oleh mereka.

    Prancis dan Inggris pada masa itu adalah dua negara adikuasa dunia. Maka Howight menjadikan dua negara itu sebagai target utama untuk dihancurkan dari dalam oleh persekongkolan Yahudi, untuk kemudian dikuasai. Demikanlah Howight bekerjasama dengan tokoh-tokoh

    Yahudi dalam proyek rahasia yang punya dua ujung tombak sasaran, yaitu satu sisi menjerumuskan Inggris ke dalam kancah peperangan yang berkepanjangan di berbagai negeri jajahannya, sehingga nyaris mengalami kelumpuhan yang parah. Sisi lain adalah menyalakan api revolusi besar di Perancis yang mampu menggoncangkan masyarakat Perancis tahun 1789. (marked : sekarang apakah mereka juga terlibat untuk menjerumuskan Amerika? Sangat pasti, apalagi Amerika kini dikuasai lobi Yahudi)

    Setelah selesai merumuskan program di atas, Kaum Nurani Yahudi menugaskan seorang tokoh Freemasonry asal Jerman bernama Tasfaac pada tahun 1784, untuk menyusun program Weiz Howigt dalam bentuk buku yang diberi nama Program Asli yang Unik. Sejak itu buku tersebut menjadi pegangan dan rujukan bagi persekongkolan Internasional. Perkumpulan Freemasonry mengirim satu eksemplar buku penting itu kepada beberapa tokoh Yahudi di ibu kota Perancis, untuk mengatur jalannya gejolak revolusi. Namun berkat Rahmat Allah semata, utusan tersebut disambar petir ketika ia sampai di sebuah kota kecil antara Frankfurt dan Paris, dan meninggal dunia saat itu juga. Ketika pasukan keamanan menyelidiki untuk mengetahui sebab kematiannya, dokumen penting yang ada dalam saku mantelnya sangat menge-jutkan mereka. Dokumen tersebut segera disampaikan kepada yang berwajib di kerajaan Bavaria.

    Penguasa Bavaria mempelajari dokumen tersebut dengan penuh perhatian.

    Setelah itu, pemerintah segera mengeluarkan instruksi kepada pasukan keamanan untuk menduduki sarang Freemasonry The Grand Eastern Lodge, yang dipimpin oleh Weiz Howight itu. Demikian pula nama-nama Kaum Nurani Yahudi yang terdapat dalam dokumen tersebut tidak luput dari penggerebekan pasukan keamanan. Di kediaman mereka itu pula ditemukan dokumen penting lainnya mengenai program Yahudi. Pemerintah Bavaria menyadari kejahatan program Perkumpulan Gereja tertinggi Yahudi yang bersekongkol dengan sejumlah konglomerat internasional dalam sebuah organisasi rapi dan mengerikan, sampai tingkat yang sukar dijangkau oleh hayalan manusia. Pemerintah Bavaria menyadari sepenuhnya adanya bahaya program setan tersebut terhadap dunia keseluruhan. Maka pemerintah memandang perlu menyebarluaskan dokumen itu kepada raja-raja di Eropa dan para tokoh gereja.

    Akan tetapi ternyata para tokoh Yahudi dan para pemilik modal internasional telah lama menyusup ke dalam jaringan pemerintah negara-negara Eropa. Mereka masih tetap mampu dengan mudah membungkam mulut para raja dan para tokoh gereja itu.

    Peristiwa kebocoran rahasia di atas dijadikan pelajaran berharga oleh Perkumpulan Konspirasi Yahudi. Para tokohnya bersikap lebih berhati-hati dan lebih waspada dalam kondisi apa pun. Sejak itu pergerakan mereka nyaris menghilang dari permukaan, meskipun kegiatan mereka sebenarnya masih berjalan seperti biasa. Hanya saja, kegiatan mereka selanjutnya banyak dialihkan masuk ke dalam perkumpulan Freemasonry yang lain, yang disebut The Blue Masonry dengan tujuan mendirikan sebuah organisasi Masonry di dalam Masonry itu sendiri. Mereka sepakat memperluas jaringan kerja yang anggotanya terdiri atas beberapa tokoh Yahudi nomer wahid, agar program rahasia mereka tidak mudah bocor keluar. Pemilihan anggota inti dilakukan lewat pemantauan dan pertimbangan mendalam, diambil dari anggota perkumpulan rahasia itu, terutama dari mereka yang menganut faham atheisme, dan tidak berpegang pada prinsip moral. Faktor yang amat dipentingkan ialah mereka harus berdedikasi tinggi kepada Freemasonry.

    Perkumpulan rahasia tidak jarang menggunakan kegiatan bakti sosial (marked : Rotary Club, Lions Club dll), sebagai kedok untuk menutupi rencana jahat yang disembunyikan di balik layar, seperti kasus yang menimpa John Robinson, seorang guru Filsafat pada Universitas Scotlandia. Ia tidak menyadari telah terperangkap dalam jaringan program Yahudi Internasional itu. Ia mengadakan perjalanan ke berbagai negara Eropa, untuk mempelajari program kerja yang telah disusun oleh Weiz Howight, dengan tujuan membentuk pemerintahan diktator yang ideal, yang menguasai dunia.

    Pada mulanya John Robinson meragukan program kerja Yahudi itu. Namun keraguannya segera berubah menjadi yakin, setelah ia mengetahui peran perkumpulan Yahudi pada Revolusi Perancis pada tahun 1789, dan pengaruh mereka terhadap tokoh-tokoh gereja dan pemerintah Perancis. Maka ia segera menyadari bahaya yang mengancam negaranya Inggris, dan segera menulis surat tentang bahaya persekongkolan Yahudi yang diberi judul Keterangan. Namun peringatan itu tidak mampu menggugah pemerintah negaranya disebabkan oleh besarnya pengaruh Yahudi, khususnya setelah berdirinya Bank Inggris atas persekongkolan mereka. (marked : semakin kita waspada pada gerakan ini, maka ruang ruang gerak mereka akan menjadi sempit)

    Adapun di Amerika Serikat, Freemasonry dikatakan relatif lebih muda. Meskipun relatif muda, perkumpulan tersebut sudah tersebar di seluruh negeri. Mula-mula para tokoh Yahudi kesulitan, karena adanya peringatan dari Rektor Universitas Harvard, David Robin kepada segenap mahasiswa dan alumninya tentang pengaruh Yahudi yang terus meningkat di kalangan gereja dan para tokoh politik.

    Mereka itu sudah menjadi sekutu bagi seorang tokoh bernama Mr. Jefferson, yaitu murid Weis Howight yang kembali ke Amerika untuk terjun ke dalam kancah politik dengan dukungan Yahudi.

    Seorang calon Presiden AS yang kuat, John Kowinsky Adams juga merasakan jeratan persekongkolan ini, terutama karena melihat peran yang dimainkan oleh Jefferson, ditinjau dari sudut gerakan Freemasonry dalam upaya mewujudkan cita-cita Yahudi untuk menguasai Amerika. Maka JK Adams segera mengirimkan karyanya kepada kawannya, Kolonel William Stone dan menjelaskan tentang hakikat persekongkolan Yahudi. Tulisan tersebut masih tersimpan di perpustakaan Ritonburg Square Philadelphia.

    (marked : Sekarang bagaimana caranya memerdekakan Amerika, maksudnya bagaimana agar mereka (khususnya Presiden dan pemerintahannya) bebas merdeka dan tidak lagi tergantung pada Yahudi dan lobinya. Wakil Amerika di PBB pernah mendapat kritik dari istri Presiden Amerika pada waktu itu, Hillary Clinton, yang merupakan keturunan Yahudi. Dia pernah bilang begini "Hari ini kami mengatakan pada dunia bahwa kami berdiri tegak di belakang Israel. Saya sangat kecewa dan mengecam sikap abstain Amerika Serikat dalam voting di Dewan Keamanan PBB, yang pada akhirnya mengutuk pengerahan kekuatan militer Israel thd rakyat Palestina. Saya rasa Amerika harus memveto Resolusi DK PBB tsb ...". Begitu yang Hillary katakan ketika berdemonstrasi mendukung Israel dan Ariel Sharon, di NY 8-10-2000).

    Jadi, sepertinya bagi yang berminat menjadi presiden Amerika harus hati-hati mencari pasangan jika ingin bebas dari jeratan Yahudi. Jangan seperti Clinton, yang menohok langsung muka suaminya sendiri. Tentunya butuh kerja keras dari rakyat Amerika, jangan sampai mereka jadi kepanjangan tangan untuk menggapai keinginan Yahudi.


    Sumber:
    Yusuf Qardhawi, Umat Islam Menyongsong Abad ke-21, Era Intermedia, Solo.
    Palestina: Pusat Pergolakan Dunia I & II (2 buku), Tarbiyatuna, Jakarta.
    Palestina: Sejarah, perkembangan, dan Konspirasi, GIP, Jakarta.
    Terorisme Israel, Asy-Syamil, Bandung.
    Pusat Informasi Palestina . Dll.

    Sponsored content

    Re: Secret Societies

    Post  Sponsored content Today at 9:15 am


      Current date/time is Sun Dec 04, 2016 9:15 am